Penjelasan Pengertian Makna Arti Keberatan

Keberatan dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka keberatan merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata keberatan tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Keberatan adalah Hak Wajib Pajak untuk mengajukan keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak atas suatu ketetapan pajak. Persyaratan-persyaratan pengajuan keberatan adalah:

1. Mengajukan surat keberatan kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Kepala Kantor Pelayanan Pajak setempat atas SKPKB, SKPKBT, SKPLB, SKPN, dan Pemotongan dan Pemungutan oleh pihak ketiga,
2. Diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak terutang menurut perhitungan Wajib Pajak dengan menyebutkan alasan yang jelas,
3. Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak Surat Ketetapan Pajak, kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu itu tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaannya,
4. Keberatan yang tidak memenuhi persyaratan di atas tidak dianggap sebagai Surat Keberatan, sehingga tidak dipertimbangkan,
5. Dalam hal Wajib pajak mengajukan keberatan atat Surat Ketetapan Pajak, Wajib pajak wajib meluntat Sajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumati yang telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan yanin hasil pemeriksaan, sebelum surat keberatan disampaikan.

Dasar hukum:
– Pasal 25 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009.

Semoga penjelasan definisi keberatan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam dunia perpajakan di Indonesia.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *