Penjelasan Pengertian Makna Arti Kenikmatan

Kenikmatan dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka kenikmatan merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata kenikmatan tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Kenikmatan merupakan tambahan kemampuan ekonomis yang diterima bukan dalam bentuk uang atau setiap balas jasa yang diterima atau diperoleh karyawan dan atau keluarganya tidak dalam bentuk uang dari Pemberi Kerja. Contoh kenikmatan yang diberikan oleh Pemberi Kerja kepada karyawan antara lain adalah perumahan, kesehatan, pendidikan, kendaraan, dan seterusnya.
Dasar hukum:
– Pasal 9 ayat (1) huruf e Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008;
– Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 1992 tentang Pengertian Daerah Terpencil dan Jenis Imbalan dalam Bentuk Natura dan/atau Kenikmatan dalam Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan;
– Keputusan Menteri Keuangan Nomor 466/ KMK.04/2000 tentang Penyediaan Makanan dan Minuman bagi Seluruh Pegawai dan Penggantian atau Imbalan Sehubungan dengan Pekerjaan atau Jasa yang Diberikan dalam Bentuk Natura dan Kenikmatan di Daerah Tertentu serta yang berkaitan dengan Pelaksanaan Pekerjaan yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto Pemberi Kerja.

Berikut beberapa contoh penggunaan istilah Kenikmatan dalam perpajakan dan bagaimana penerapannya:

  1. Penghasilan dari Kenikmatan Usaha: Jika seseorang atau entitas memperoleh penghasilan dari kegiatan usaha, termasuk penjualan barang atau jasa, keuntungan yang dihasilkan dapat dianggap sebagai kenikmatan yang menjadi dasar pengenaan pajak.
  2. Imbalan dan Bonus: Imbalan atau bonus yang diterima oleh pekerja atau karyawan dapat dianggap sebagai kenikmatan dan dihitung sebagai bagian dari penghasilan yang dikenakan pajak.
  3. Dividen: Bagi pemegang saham, dividen yang diterima dari kepemilikan saham dalam suatu perusahaan merupakan bentuk kenikmatan dan biasanya dikenakan pajak.
  4. Pendapatan Tidak Teratur atau Tidak Tetap: Kenikmatan dapat mencakup pendapatan tidak teratur atau tidak tetap yang diterima, seperti hadiah atau hadiah khusus.
  5. Penghasilan dari Investasi: Penghasilan yang diperoleh dari investasi, seperti bunga dari deposito atau sewa dari properti, dapat dianggap sebagai kenikmatan yang dikenakan pajak.
  6. Pendapatan dari Transaksi Keuangan: Pendapatan dari transaksi keuangan, seperti keuntungan dari investasi saham atau perdagangan valuta asing, dapat dianggap sebagai kenikmatan yang dikenakan pajak.
  7. Pendapatan dari Hak Kekayaan Intelektual: Kenikmatan juga dapat melibatkan pendapatan yang diterima dari hak kekayaan intelektual, seperti royalti dari penjualan hak cipta atau paten.

Semoga penjelasan definisi Kenikmatan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam dunia perpajakan di Indonesia.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *