Penjelasan Pengertian Makna Arti Norma Penghitungan adalah

Norma Penghitungan dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka Norma Penghitungan merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata Norma Penghitungan tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Suatu pedoman untuk menentukan besarnya penghasilan neto yang diterbitkan oleh Direktur Jenderal Pajak.
Penggunaan Norma Penghitungan tersebut pada dasarnya dilakukan dalam hal:
a. tidak terdapat dasar penghitungan yang lebih baik, yaitu pembukuan yang lengkap,
b. pembukuan atau catatan peredaran bruto Wajib Pajak ternyata diselenggarakan secara tidak benar.
Norma Penghitungan disusun sedemikian rupa berdasarkan hasil penelitian atau data lain, dan dengan memperhatikan kewajaran.

Penggunaan makna istilah Norma Penghitungan sendiri dalam perpajakan adalah untuk merujuk pada aturan atau standar tertentu yang digunakan untuk menghitung atau menetapkan suatu nilai atau parameter tertentu dalam perpajakan. Norma penghitungan ini dapat mencakup metode atau ketentuan yang telah ditetapkan oleh otoritas pajak untuk menilai atau mengukur elemen tertentu dalam perhitungan pajak.

Beberapa contoh norma penghitungan dalam perpajakan melibatkan:

  1. Norma Penghitungan Depresiasi:
    • Otoritas pajak mungkin menetapkan norma penghitungan untuk menghitung depresiasi aset. Metode ini menentukan besarnya pengurangan nilai aset dari waktu ke waktu.
  2. Norma Penghitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN):
    • Dalam sistem PPN, norma penghitungan dapat merinci cara menghitung PPN yang harus dibayar, termasuk perhitungan tarif PPN dan basis perhitungan.
  3. Norma Penghitungan PPh Pasal 21:
    • Untuk perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terkait penghasilan pegawai, orma penghitungann dapat mencakup aturan tentang penggunaan nilai perolehan objek pajak tidak kena pajak (NPOPTKP) dan tarif pajak yang berlaku.
  4. Norma Penghitungan Biaya Representatif:
    • Dalam beberapa kasus, otoritas pajak dapat menetapkan norma penghitungan biaya representatif atau biaya perwakilan yang dapat di-deduct sebagai biaya bisnis.
  5. Norma Penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB):
    • Aturan dan ketentuan untuk menghitung nilai objek pajak PBB, seperti tarif dan persentase nilai objek pajak, dapat dianggap sebagai norma penghitungan.

Semoga penjelasan definisi kosakata Norma Penghitungan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *