Penjelasan Pengertian Makna Arti Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) adalah

Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) merupakan bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Surat ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak, jumlah kredit pajak, jumlah kekurangan
pembayaran pokok pajak, besarnya sanksi administrasi,
dan jumlah pajak yang mash harus dibayar.
SKPKB diterbitkan apabila:
a. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain, pajak yang terutang tidak atau kurang dibayar;
b. SPT tidak disampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan setelah ditegur secara tertulis tidak disampaikan pada waktunya sebagaimana ditentukan
dalam Surat Teguran;
c.Berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lain mengenai PPN dan PPnBM ternyata tidak seharusnya
dikompensasikan selish lebih pajak atau tidak
seharusnya dikenai tarif 0% (nol persen);
d. Kewajiban menyelenggarakan pembukuan atau pen-
catatan tidak dipenuhi, sehingga tidak dapat diketahui besarnya pajak yang terutang; atau
e. Kepada Wajib Pajak diterbitkan NPWP dan/atau di-
kukuhkan sebagai PKP secara jabatan.
Fungsi SKPKB adalah:
a. Koreksi atas jumlah yang terutang menurut SPT yang dilaporkan Wajib Pajak;
b. Sarana untuk mengenakan sanksi administrasi;
c. Alat untuk menagih pajak.

Penggunaan makna istilah Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) sendiri dalam perpajakan adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas pajak untuk menetapkan bahwa ada kekurangan pembayaran pajak oleh wajib pajak. Dalam konteks perpajakan, SKPKB diterbitkan setelah otoritas pajak melakukan pemeriksaan dan menemukan bahwa jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan oleh wajib pajak kurang dari yang seharusnya.

Beberapa poin penting terkait dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) melibatkan:

  1. Penetapan Kekurangan Pembayaran:
    • SKPKB menetapkan jumlah kekurangan pembayaran pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Penetapan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan dan perhitungan otoritas pajak.
  2. Dasar Hukum:
    • SKPKB mencantumkan dasar hukum yang menjadi landasan penetapan jumlah kekurangan pembayaran. Ini termasuk aturan perpajakan yang relevan dan ketentuan hukum lainnya yang mendukung perhitungan yang dilakukan oleh otoritas pajak.
  3. Jangka Waktu Pembayaran:
    • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar biasanya mencantumkan jangka waktu atau batas waktu pembayaran kekurangan pajak yang ditetapkan. Wajib pajak diharapkan untuk membayar jumlah pajak yang kurang tersebut sebelum batas waktu tertentu.
  4. Notifikasi kepada Wajib Pajak:
    • Wajib pajak akan menerima notifikasi atau salinan SKPKB yang dikeluarkan oleh otoritas pajak. Notifikasi ini menjelaskan jumlah kekurangan pembayaran pajak dan langkah-langkah selanjutnya yang mungkin diperlukan.
  5. Hak untuk Mengajukan Keberatan:
    • Sebagian besar yurisdiksi memberikan hak kepada wajib pajak untuk mengajukan keberatan jika mereka tidak setuju dengan jumlah kekurangan pembayaran yang ditetapkan dalam SKPKB. Proses ini memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk memberikan penjelasan atau bukti tambahan yang dapat memengaruhi jumlah pajak yang harus dibayar.

Semoga penjelasan definisi kosakata Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *