Penjelasan Pengertian Makna Arti Last In-First Out (LIFO)

Last In-First Out (LIFO) dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka Last In-First Out (LIFO) merupakan bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata Last In-First Out (LIFO) tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Last In-First Out (LIFO) merupakan persediaan yang terakhir masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual. Lelang Setiap penjualan barang di muka umum dengan cara penawaran harga secara lisan dan atau tertulis melalui usaha pengumpulan peminat atau calon pembeli. Apabila utang pajak dan atau biaya penagihan pajak tidak dilunasi setelah dilaksanakan penyitaan, pejabat berwenang melaksanakan penjualan secara lelang terhadap barang yang disita melalui kantor lelang. Dasar hukum:
– Pasal 1 angka 17 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2000.

Penggunaan metode LIFO dalam perpajakan dapat memiliki dampak signifikan pada perhitungan laba bersih dan pajak penghasilan. Berikut adalah beberapa aspek penggunaan metode LIFO dalam konteks perpajakan:

  1. Pengaruh pada Laba Bersih:
    • Metode LIFO dapat mempengaruhi laba bersih perusahaan karena, pada saat inflasi, biaya yang lebih tinggi diatribusikan kepada persediaan yang masih ada. Ini dapat mengakibatkan laba bersih yang lebih rendah dalam laporan keuangan.
  2. Pengaruh pada Pajak Penghasilan:
    • Metode LIFO dapat menghasilkan pendapatan kena pajak yang lebih rendah karena biaya persediaan yang lebih tinggi diperhitungkan, yang pada gilirannya mengurangi laba bersih yang dikenakan pajak.
  3. FIFO vs. LIFO:
    • Beberapa yurisdiksi memungkinkan perusahaan untuk memilih antara metode LIFO (Last In, First Out) dan metode FIFO (First In, First Out) untuk penilaian persediaan. Pilihan ini dapat memiliki dampak langsung pada perhitungan pajak penghasilan.
  4. Pengaruh pada Arus Kas:
    • Metode LIFO juga dapat mempengaruhi laporan arus kas perusahaan karena biaya persediaan yang lebih tinggi dapat mengurangi arus kas operasional bersih.
  5. Persyaratan dan Pemilihan Metode:
    • Pemilihan metode penilaian persediaan, termasuk metode LIFO, dapat tunduk pada persyaratan dan regulasi pajak setempat. Perusahaan harus memahami dan mematuhi ketentuan perpajakan yang berlaku.

Semoga penjelasan definisi Last In-First Out (LIFO) dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam pengetahuan istilah dunia perpajakan di Indonesia.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *