Penjelasan Pengertian Makna Arti Dividen adalah

Dividen dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, Maka Dividen merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata Dividen tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Bagian laba yang diperoleh pemegang saham atau pe-megang polis asuransi atau pembagian sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh anggota koperasi. Termasuk dalam pengertian dividen adalah pembagian laba, baik secara langsung ataupun tidak langsung, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang disetor, pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham, pembagian laba dalam bentuk saham, pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran, jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan yang bersangkutan, pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan, jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan, kecuali jika pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter) yang dilakukan secara sah, pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba, termasuk yang diterima sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut, bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi, bagian laba yang diterima oleh pemegang polis, pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota koperasi, pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang dibebankan sebagai biaya perusahaan.

Penggunaan makna istilah Dividen sendiri dalam perpajakan adalah pembayaran yang diterima oleh pemegang saham dari laba bersih perusahaan. Penerimaan dividen biasanya dikenakan pajak, dan pajak atas dividen dapat bervariasi tergantung pada yurisdiksi hukum di mana pemegang saham tersebut berada.

Beberapa poin terkait dengan penggunaan makna dividen dalam perpajakan meliputi:

  1. Pajak atas Dividen: Penerimaan dividen oleh pemegang saham umumnya dikenakan pajak. Tingkat pajak dividen bisa berbeda-beda antara negara dan bahkan dapat bervariasi berdasarkan tingkat pendapatan atau status pemegang saham. Pemegang saham sering kali harus melaporkan dividen yang diterima dalam pengembalian pajak mereka.
  2. Dividen dalam Bentuk Saham: Kadang-kadang perusahaan memilih untuk membayar dividen dalam bentuk saham tambahan alih-alih uang tunai. Dalam hal ini, pemegang saham menerima tambahan saham perusahaan sebagai pembagian dividen, dan pajak mungkin tetap dikenakan tergantung pada yurisdiksi perpajakan.
  3. Dividen Kena Pajak Ganda: Beberapa negara menerapkan prinsip pajak penghasilan ganda untuk menghindari pembayaran dividen yang dikenakan pajak lebih dari satu kali. Prinsip ini memastikan bahwa laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham telah dikenakan pajak sebelum pembagian dividen.
  4. Pengurangan Pajak Dividen: Beberapa negara memberikan insentif atau pengurangan pajak untuk dividen. Pemberian insentif ini dapat menjadi bagian dari kebijakan perpajakan pemerintah untuk mendorong investasi dan kepemilikan saham.
  5. Pajak atas Dividen di Tangan Perusahaan: Beberapa yurisdiksi juga menerapkan pajak atas dividen di tingkat perusahaan sebelum pembayaran dividen kepada pemegang saham. Ini adalah aspek penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan keuangan dan distribusi dividen.

Semoga penjelasan definisi kosakata Dividen dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam berkomunikasi secara lisan atau tertulis.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *