Penjelasan Pengertian Makna Arti Automatic Exchange of Information (AEOI)

Automatic Exchange of Information (AEOI) dalam Kamus Istilah Dunia Perpajakan untuk Wajib Pajak & Konsultan Pajak di Indonesia, maka Automatic Exchange of Information (AEOI) merupakan kata kata bahasa yang paling sering digunakan oleh para pelaku perpajakan baik akuntansi, bea dan cukai, serta peradilan pajak disertai dengan penjelasan. Dan kata-kata Automatic Exchange of Information (AEOI) tersebut jarang sekali dimengerti & digunakan oleh sebagian banyak orang pada umumnya.

Automatic Exchange of Information (AEOI) merupakan sistem yang mendukung adanya pertukaran informasi rekening wajib pajak antarnegara pada waktu tertentu secara periodik, sistematis, dan berkesinambungan dari negara sumber penghasilan atau tempat menyimpan kekayaan, kepada negara residen wajib pajak.
Dasar hukum:
– Pasal 32A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008;
– Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pelaksanaan Hak dan Pemenuhan Kewajiban Perpajakan;
– Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125/PMK.010/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 60/PMK.03/2014 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi;
– Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2017 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi Berdasarkan Perjanjian Internasional.

Penggunaan istilah Automatic Exchange of Information dalam perpajakan memiliki beberapa tujuan dan implikasi, antara lain:

  1. Pencegahan Pemunduran Pajak (Tax Evasion): AEOI bertujuan untuk mencegah dan mengurangi pemunduran pajak dengan memungkinkan negara-negara berbagi informasi secara otomatis tentang rekening keuangan warga negara asing. Hal ini mempersulit praktik menyembunyikan aset atau pendapatan di luar batas wilayah pajak yang berlaku.
  2. Transparansi Keuangan Internasional: AEOI menciptakan transparansi dalam keuangan internasional dengan memungkinkan negara-negara untuk mengakses informasi keuangan secara otomatis. Ini membantu mengungkapkan kepemilikan aset, pendapatan, dan transaksi keuangan yang relevan untuk tujuan perpajakan.
  3. Kepatuhan dengan Standar Internasional: Inisiatif AEOI mendukung kepatuhan dengan standar internasional, seperti Standar Pelaporan Perpajakan Common Reporting Standard (CRS) yang dikembangkan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
  4. Pengurangan Pajak Ganda: Pertukaran informasi otomatis membantu mengurangi risiko pajak ganda, di mana warga negara dapat dikenakan pajak atas pendapatan yang sama oleh lebih dari satu negara. Dengan memiliki akses informasi secara otomatis, negara dapat berkoordinasi untuk menghindari pajak ganda ini.
  5. Penghindaran Praktik Pajak Agresif: AEOI dapat membantu dalam mendeteksi dan menghindari praktik pajak agresif, termasuk pemindahan harga dan pengaturan perusahaan yang dirancang untuk mengurangi kewajiban pajak.
  6. Kepatuhan Institusi Keuangan: Institusi keuangan, seperti bank, harus mematuhi persyaratan AEOI dan melaporkan informasi ke pihak berwenang untuk memastikan kepatuhan dan menghindari sanksi.
  7. Penyelidikan dan Penegakan Hukum: Informasi yang diperoleh melalui AEOI dapat digunakan untuk penyelidikan dan penegakan hukum terkait dengan pemunduran pajak, pencucian uang, dan kejahatan keuangan lainnya.
  8. Standar Kesetaraan: AEOI mempromosikan standar kesetaraan dalam pertukaran informasi antarnegara. Hal ini membantu menciptakan lingkungan yang adil dan setara dalam memerangi praktik penghindaran pajak.

Negara-negara yang mengadopsi AEOI biasanya memiliki kesepakatan bilateral atau multilateral untuk bertukar informasi secara otomatis. Penggunaan AEOI dalam perpajakan membantu menciptakan lingkungan global yang lebih transparan dan efektif dalam memerangi pemunduran pajak dan praktik-praktik pajak yang merugikan. Semoga penjelasan definisi Automatic Exchange of Information (AEOI) dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda dalam dunia perpajakan di Indonesia.


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *